Follow by Email

Saatnya Tinggalkan Minyak Goreng Kelapa Sawit

Links to this post
Minyak kelapa sawit telah menjadi bagian yang nggak terpisahkan dari kehidupan warga Indonesia, bahkan nggak ada dapur yang nggak menggunakan minyak goreng kepala sawit. Semua kegiatan memasak pasti menggunakan minyak goreng kelapa sawit, mulai dari ibu-ibu sampai industri besar pun bergantung pada kelapa sawit. Tapi nggak buat saya, karena sudah beralih dari minyak kelapa sawit, untuk keperluan sehari-hari. Sebenarnya untuk keperluan rumah tangga, penggunaan minyak kelapa sawit sama sama sekali nggak mendesak bahkan bisa dengan mudah tergantikan.

Kenapa Beralih dari Minyak Goreng Kelapa Sawit? 
Ini merupakan pertanyaan pamungkas, kenapa saya beralih dari minyak goreng kelapa sawit yang mudah ditemukan dan harganya tergolong murah? Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa saya memutuskan hubungan dengan minyak goreng kelapa sawit dan alasan terbesar karena efek samping industri kelapa sawit itu sendiri.


Industri Sawit
Memang ada apa dengan industri kelapa sawit? Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri besar dan paling nggak sehat bagi lingkungan. Sebab tanaman sawit termasuk tanaman yang rakus atas unsur hara tanah, pohon sawit akan menyedot semua nutrisi dan air dalam tanah. Coba bayangkan kalau ada ratusan bahkan ribuan pohon sawit, apa yang akan terjadi terhadap lahan itu? Dugaan anda benar, karena lahan bekas sawit umumnya akan rusak parah dan sulit ditanami tumbuhan lain, lahan bekas sawit cenderung akan menjadi gersang.  

Sialnya di Indonesia terdapat ratusan ribu perkebunan sawit baik legal maupun ilegal, demi memenuhi kebutuhan pasarnya yang besar, salah satu produk turunan sawit yang terbesar adalah minyak goreng itu sendiri. Imbasnya banyak lahan bekas perkebunan sawit yang rusak, umumnya produsen akan menutupi hal ini dengan menanam pohon atau tumbuhan yang tidak memerlukan unsur hara atau air banyak. Sehingga sepintas lahan bekas sawit ini terlihat normal dan produsen seolah mampu mereboisasi atau merevitalisasi lahan, padahal lahan bekas sawit nggak akan pernah kembali subur.


Yang lebih sedih pembukaan lahan demi perkebunan kelapa sawit sekarang tengah merajalela, ratusan hektar hutan dibakar demi industri kelapa sawit bahkan sebelum pohonnya ditanam, efek samping bencana asap tempo hari sudah dirasakan.

Sehat Atau Tidak? 
Banyak yang mengira alasan saya berhenti menggunakan minyak goreng kelapa sawit karena alasan kesehatan, memang benar goreng-gorengan itu nggak sehat, namun menyebutkan minyak goreng nggak sehat, sama sekali salah. Kok bisa? Karena minyak goreng di pasaran sudah mengalami menyulingan bahkan dibekali dengan berbagai vitamin dan nutrisi, demi melengkapi fungsi sebagai pelengkap makanan.

Pengganti Minyak Goreng Sawit
Lantas kalau nggak pakai minyak goreng sawit pakai apa? Perlu diketahui bahwa menggoreng makanan nggak melulu pakai minyak goreng sawit, sebab fungsi minyak goreng itu sendiri hanya untuk mematangkan masakan, sehingga fungsinya bisa dengan mudah digantikan oleh minyak lain.

minyak goreng non sawit
Beragam pilihan minyak goreng non sawit di pasar.
Produk pengganti minyak goreng sawit sudah banyak beredar di pasaran, hanya saja untuk harga memang cenderung lebih mahal karena belum tersedia sebanyak minyak goreng sawit. Beberapa minyak goreng yang saya sarankan adalah.

1. Minyak goreng canola dari tumbuhan sejenis bunga
2. Minyak goreng mazola dari jagung
3. Oliv oil dari tumbuhan zaitun
4. Minyak goreng sun flowers dari biji bunga matahari
5. Minyak goreng grapeseed dari biji anggur
6. Minyak goreng oryza dari beras

Salah satu kelebihan minyak goreng non sawit ini adalah mengandung lemak tak jenuh yang jauh lebih rendah ketimbang sawit, juga memberikan tektur rasa yang berbeda pada masakan.Secara pribadi saya menggunkan olive oil, karena kandungan minyak zaitun yang bisa bikin awet muda. Sayangnya olive ooil termasuk mahal, untuk 250ml saja harga terendah yang saya temukan adalah Rp 40,000 ribu dan itu hanya bisa dipakai untuk menumis. Sehingga untuk urusan menggoreng harus membeli minyak goreng non sawit lainnya.

Minyak Goreng Non Sawit Jauh Lebih Sehat?
Apakah minyak goreng non sawit jauh lebih sehat? Jawabannya tergantung, karena setiap minyak goreng non sawit mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun untuk kesehatan maka jawabanya adalah minyak goreng canola. Sebab minyak goreng canola mempunyai kandungan minyak jenuh terendah, yakni hanya 7% dibanding minyak non sawit lainnya, serta sumber alfa-linolenat dan omega 3, belum lagi minyak canola merupakan sumber vitamin E. 
  
Jadi sudah saatnya untuk keperluan rumah tangga, beralih dari minyak goreng sawit. Ingat setiap tetes minyak goreng sawit berasal dari ratusan hektar hutan yang dibabat habis dan setiap tetes minyak goreng sawit juga, sebagai pengingat kalau nanti di masa depan akan ada ratusan ribu hektar tanah yang sulit untuk ditanami tumbuhan produktif, apalagi kembali dijadikan hutan.

click for my profile

Klik For Support

Powered by Blogger.

.

Viva ID

statistics

Facebook Page

Blog Archive